BORONG – Pasca-gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang berpusat di Mbay, Kabupaten Nagekeo pada Sabtu (15/8/2026) pagi, Kepolisian Resor (Polres) Manggarai Timur bergerak cepat memastikan keamanan wilayah. Personel satuan Pengamanan Objek Vital (Pamobvit) langsung diterjunkan ke lapangan guna memonitor situasi dan mengamankan aset-aset strategis negara maupun publik.
Kapolres Manggarai Timur melalui Kanit Pamobvit melaporkan bahwa guncangan gempa yang terjadi pada pukul 06.00 WITA tersebut berdampak pada salah satu fasilitas perbankan di wilayah Borong.
“Hasil monitoring dan pengecekan di lapangan menunjukkan adanya kerusakan fisik pada satu objek tertentu, yakni Kantor Bank BRI KCP Borong yang mengalami rusak berat,” ujar Kanit Pamobvit Polres Manggarai Timur dalam keterangan tertulisnya, Sabtu malam.
Merespons kondisi tersebut, pihak kepolisian langsung mengambil langkah taktis guna mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Personel Polres Manggarai Timur telah disiagakan di lokasi terdampak untuk melakukan pengamanan ketat serta patroli rutin di sekitar area guna mengamankan aset perbankan.
“Kami juga terus berkoordinasi secara intensif dengan pihak pengelola Bank BRI serta instansi terkait untuk penanganan penyelematan aset dan langkah darurat selanjutnya,” tambahnya.
Hingga sabtu malam, Polres Manggarai Timur memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka akibat peristiwa ini. Secara umum, situasi kamtibmas di seluruh wilayah hukum Polres Manggarai Timur dilaporkan tetap aman, kondusif, dan berada di bawah kendali aparat.
Aktivitas masyarakat di wilayah Manggarai Timur terpantau tetap berjalan dengan lancar. Meski demikian, kepolisian mengimbau seluruh warga untuk tidak panik namun tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gempa susulan. Masyarakat diminta hanya memercayai informasi resmi dari instansi berwenang seperti BMKG dan pemerintah daerah guna menghindari berita bohong (hoaks).
Pihak Polres Manggarai Timur menegaskan akan terus memantau perkembangan situasi di lapangan secara berkala dan melaporkan setiap dinamika yang terjadi pada kesempatan pertama.
Diteruskan Berita Terkait
Gatur Pagi di Simpang Taman Lima Puluh, Arus Jalinsum Terpantau Lancar dan Kondusif BATU BARA – Menyambut puncak keberangkatan aktivitas warga di pagi hari serta menjaga kelancaran pergerakan kendaraan di jalur strategis, personil Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Batu Bara melaksanakan kegiatan pengaturan lalu lintas pagi atau yang dikenal dengan istilah Gatur Pagi di Simpang Taman, Kecamatan Lima Puluh, Jumat (31/7/2026). Kegiatan pengaturan ini berlangsung mulai pukul 06.45 WIB hingga selesai, tepat di titik persimpangan yang menghubungkan berbagai ruas jalan utama pada Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum). Titik ini merupakan jalur yang sangat vital karena dilalui oleh berbagai jenis kendaraan, mulai dari sepeda motor, mobil penumpang, hingga kendaraan angkutan barang yang menghubungkan wilayah utara dan selatan Sumatera. Pelaksanaan pengaturan lalu lintas di lokasi tersebut dipimpin langsung oleh Kanit Regident Satlantas Polres Batu Bara, yang didampingi oleh personil Aipda MK Rizal. Kedua petugas ini telah menempatkan diri di posisi strategis persimpangan untuk mengatur pergerakan arus kendaraan secara bergantian, sehingga dapat berjalan beriringan dan tertib. Tujuan utama pelaksanaan kegiatan Gatur Pagi ini adalah untuk mengurai potensi kepadatan yang biasanya terjadi pada jam sibuk pagi hari, melancarkan arus perpindahan kendaraan dari berbagai arah, serta mencegah terjadinya kemacetan panjang maupun risiko kecelakaan lalu lintas di titik pertemuan jalur tersebut. Selain itu, kehadiran petugas di lapangan juga bertujuan memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna jalan yang melintas, baik warga lokal maupun pengendara yang sedang melakukan perjalanan jarak jauh. Berdasarkan pantauan di lapangan hingga kegiatan selesai, upaya pengaturan yang dilakukan personil berjalan dengan sangat baik. Arus lalu lintas di Simpang Taman dan ruas Jalinsum sekitarnya terpantau berjalan lancar, aman, dan tertib tanpa ditemukan gangguan berarti maupun indikasi kemacetan yang menghambat pergerakan. Sumber: Satlantas Polres Batu Bara