Skip to content
Selasa 18 Agustus 2026

Korbrimob Perkuat Penanganan Pascagempa di NTT, Dirikan Posko dan Layani Warga Terdampak*

Rahmat Hidayat August 18, 2026

Manggarai, NTT, 17 Agustus 2026 – Korps Brimob Polri terus memperkuat penanganan pascabencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Personel Korbrimob yang diperbantukan ke Polda NTT bergerak ke sejumlah titik terdampak untuk mendirikan posko pengungsian, memberikan layanan kesehatan, membantu evakuasi korban, menyalurkan bantuan, hingga memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Di wilayah Reo, personel Korbrimob melaksanakan apel dan pengecekan sebelum bergerak menuju Kampung Barangkolong. Setibanya di lokasi, personel langsung mendirikan tenda posko serta tenda tempat tinggal sementara bagi masyarakat yang terdampak bencana.

Posko tersebut menjadi pusat pelayanan bagi warga sekaligus mendukung koordinasi penanganan bencana di lapangan. Selain mendirikan tempat pengungsian, personel juga memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Layanan kesehatan dilakukan melalui pemeriksaan kondisi warga, pengobatan, serta membantu penanganan masyarakat yang terdampak bencana. Di saat yang sama, personel turut membantu proses evakuasi korban sebagai bagian dari respons cepat terhadap kebutuhan masyarakat.

Dukungan kemanusiaan juga diwujudkan melalui penyaluran bantuan sosial kepada warga di area pengungsian. Personel Korbrimob membantu mendistribusikan bantuan sekaligus terlibat dalam kegiatan dapur umum dengan memasak dan menyiapkan makanan bagi masyarakat terdampak.

Penanganan di Posko Reo turut mendapat perhatian dari jajaran pemerintah dan Polri. Astamaops Kapolri Komjen Pol. Dr. Muhammad Fadil Imran meninjau posko pengungsian di wilayah Barangkolong untuk melihat kondisi masyarakat sekaligus berkoordinasi dengan perangkat dan instansi setempat. Kepala BNPB juga mengunjungi masyarakat terdampak di Posko Utama Reo.

Sementara itu, di wilayah Lamba Leda, personel Korbrimob memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat terdampak dengan melakukan pemeriksaan kondisi dan tekanan darah. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pendirian tenda posko Brimob dan tenda pengungsian di wilayah Ronting.

Penanganan berlanjut ke Dusun Waso dengan mendirikan tenda peleton bagi masyarakat yang terdampak gempa. Di lokasi tersebut, personel juga mendukung pelayanan bagi warga pengungsi yang mendapat kunjungan Menteri Dalam Negeri.

Untuk mendukung penanganan di berbagai lokasi, Korbrimob membawa perlengkapan SAR, kesehatan, komunikasi, dan logistik. Peralatan tersebut digunakan sesuai kebutuhan dalam proses evakuasi, pelayanan kesehatan, pendirian tenda, komunikasi, serta pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak.

Kehadiran Korbrimob di tengah masyarakat menjadi wujud nyata komitmen dalam memberikan respons cepat terhadap situasi kebencanaan. Personel tidak hanya hadir untuk melakukan evakuasi, tetapi juga terlibat langsung dalam pelayanan kesehatan, penyediaan tempat pengungsian, distribusi bantuan, hingga penyediaan makanan bagi warga.

Melalui langkah tersebut, Korbrimob Polri terus berupaya memastikan masyarakat terdampak gempa mendapatkan perlindungan, pelayanan, dan bantuan yang dibutuhkan selama proses penanganan dan pemulihan berlangsung.

Share: