JAKARTA – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bergerak cepat dalam merespons bencana alam gempa bumi yang melanda wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebagai bentuk kepedulian dan percepatan penanganan penanggulangan bencana, Ditpolsatwa Korsabhara Baharkam Polri memberangkatkan Tim K9 Unit SAR ke lokasi terdampak.
Pemberangkatan tim elite satwa ini diawali dengan pelaksanaan Apel Perbantuan Bencana Alam yang digelar di Terminal Kargo Bandara Soekarno-Hatta pada Sabtu (15/8/2026) malam sekitar pukul 22.00 WIB. Apel kesiapan tersebut dipimpin langsung oleh Kadiv Humas Polri.
Dirpolsatwa Korsabhara Baharkam Polri melaporkan bahwa dalam misi kemanusiaan BKO (Bawah Kendali Operasi) Polda NTT ini, Polri menurunkan kekuatan penuh yang terdiri dari personel ahli dan satwa K9 dengan kualifikasi khusus.
Tim yang diberangkatkan dipimpin oleh Iptu Erasmus selaku Katim K9, didampingi oleh tim medis veteriner Ipda drh. Linda dan Aipda Triyo untuk memastikan kondisi kesehatan satwa selama bertugas. Selain itu, ikut serta belasan personel pawang (handler) serta pelindung yang siap siaga di lapangan.
Pemimpin Apel, Kadiv Humas Polri, menegaskan bahwa penugasan ini merupakan instruksi langsung Kapolri sebagai wujud respons cepat kemanusiaan institusi Polri di masa darurat bencana.
“Polri berkomitmen penuh untuk hadir di tengah masyarakat Flores yang sedang tertimpa musibah. Tim K9 Unit SAR Ditpolsatwa yang kita berangkatkan malam ini memiliki kualifikasi khusus dan rekam jejak yang kuat dalam pencarian korban bencana. Kami berharap kehadiran tim ini dapat mempercepat proses evakuasi, baik untuk menemukan korban yang selamat maupun memberikan kepastian bagi keluarga korban yang belum ditemukan,” ujar Kadiv Humas Polri dalam arahannya.
Untuk mengoptimalkan proses evakuasi di lapangan, Ditpolsatwa menerjunkan 10 satwa K9 tangguh, yaitu Walet, Ari, Rubin, Dasa, Gyra, Sita, Koni, Kyara, Gejlon, dan Gizi. Seluruh satwa K9 yang dikirimkan ini memiliki keahlian khusus yang sangat dibutuhkan di area bencana, yakni kemampuan mendeteksi cadaver (pencarian jenazah) serta pelacakan korban selamat yang tertimbun reruntuhan bangunan.
Guna mendukung mobilitas dan kelancaran penugasan di Flores, tim juga dilengkapi dengan fasilitas armada pendukung berupa 1 unit bus dan 2 unit kendaraan khusus (Ransus) Navara K9.
Melalui kesiapan matang personel dan performa satwa K9 SAR ini, Polri berkomitmen untuk memaksimalkan proses pencarian dan penyelamatan korban gempa Flores, sekaligus meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana.
Diteruskan Berita Terkait
Satlantas Polres Batu Bara Atur Lalu Lintas Pagi di Berbagai Titik Rawan, Tekan Pelanggaran dan Kecelakaan
Kanwil Ditjenpas Bengkulu gelar razia jelang Idul Fitri, temukan berbagai barang terlarang di Rutan Kelas IIB Bengkulu