Pematangsiantar, 26 Agustus 2026 — Satuan Lalu Lintas Polres Pematangsiantar kembali memperkuat pengamanan kawasan pusat kota di malam hari melalui kegiatan Patroli Blue Light (BLP). Kegiatan dilaksanakan pada Rabu, 26 Agustus 2026, pukul 20.17 WIB hingga selesai, berpusat di Jalan Merdeka — depan Suzuya Mall, salah satu kawasan perbelanjaan tersibuk dan paling strategis di Kota Pematangsiantar.
Patroli dipimpin oleh Aiptu Aljekson Saragih, didampingi Aipda Ramlan Damanik, Aipda Meltony Manalu, dan Aipda Carlon Sijabat. Tim bergerak aktif memantau arus lalu lintas, mengantisipasi pelanggaran aturan berkendara, serta menjaga keamanan dan ketertiban di sekitar pusat perbelanjaan yang ramai pengunjung hingga malam hari.
Kehadiran personel dengan lampu biru yang menyala memberikan efek pencegahan sekaligus rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang masih beraktivitas maupun melintas di kawasan tersebut. Patroli Blue Light ini merupakan upaya rutin Sat Lantas Polres Pematangsiantar dalam menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) yang kondusif dari siang hingga malam hari.
Berdasarkan hasil pelaksanaan, kegiatan berjalan aman, lancar, dan tertib. Arus kendaraan di lokasi terpantau terkendali dan tidak ditemukan adanya gangguan keamanan maupun ketertiban selama kegiatan berlangsung.
Laporan kegiatan disampaikan oleh Kasat Lantas Polres Pematangsiantar AKP Simon E. Simatupang, S.H., M.H., CPHR. kepada Kapolres Pematangsiantar, dengan tembusan kepada Wakapolres Pematangsiantar, Kabag Ops, serta Kasipropam Polres Pematangsiantar. (Dwi Putri)
Diteruskan Berita Terkait
Temuan FORMATSU: Pengadaan Stiker Bansos Rp250 Juta di Batu Bara Diduga Tak Sesuai Kebutuhan Batu Bara – Ferari.co | Forum Masyarakat Transparansi Sumatera Utara (FORMATSU) mengungkap temuan awal terkait dugaan ketidaksesuaian dalam pengadaan stiker penanda bantuan sosial di Dinas Sosial Kabupaten Batu Bara Tahun Anggaran 2026. Proyek yang diketahui bernilai Rp250 juta itu menjadi sorotan setelah jumlah stiker yang dicetak dinilai tidak sebanding dengan kebutuhan riil di lapangan.